Shoes and Care – Mengapa Tubuh Kita Merasakan “Kesemutan”?

Jakarta, Shoes and Care – Kamu mungkin pernah mengalami sensasi aneh ketika tubuhmu tiba-tiba merasa kesemutan. Rasanya seperti ribuan jarum kecil menusuk-nusuk atau semut yang menggerogoti┬ákulitmu, dan seringkali itu bisa sangat mengganggu. Fenomena ini dikenal sebagai kesemutan, dan meskipun seringkali tidak berbahaya, kesemutan bisa menjadi pengalaman yang membingungkan.┬áKesemutan adalah pengalaman yang umum, dan hampir semua orang pernah mengalaminya. Ketika kamu merasa kesemutan, itu adalah hasil dari gangguan sinyal-sinyal saraf yang mengirim pesan dari otak ke bagian tubuh tertentu. Ketika pesan-pesan ini terganggu, sensasi kesemutan muncul. Beberapa alasan munculnya sensasi kesemutan ini antara lain:


1. Tekanan pada Saraf


Salah satu alasan utama mengapa kamu bisa mengalami kesemutan adalah karena tekanan pada saraf-saraf tertentu di tubuhmu. Tekanan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti duduk dalam posisi yang salah terlalu lama atau tidur dengan tubuhmu menekuk saraf-saraf tertentu. Ketika saraf-sarafmu tertekan, mereka dapat memberi sinyal kesemutan ke otakmu. Misalnya, jika kamu pernah duduk bersila dalam waktu yang lama, kamu mungkin pernah merasakan kesemutan pada kaki atau tungkai. Itu adalah contoh tekanan pada saraf-saraf yang menyebabkan kesemutan.


2. Kurangnya Aliran Darah


Kurangnya aliran darah ke suatu area tubuh juga dapat menyebabkan kesemutan. Darah membawa oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh, dan jika suplai darah terganggu, sel-sel tersebut mungkin tidak menerima cukup oksigen dan nutrisi. Akibatnya, saraf-saraf dalam area tersebut mungkin memberi sinyal kesemutan. Ini sering terjadi ketika kamu duduk dengan kaki yang terlalu lama di bawahmu, atau ketika kamu tidur dalam posisi yang membuat aliran darah ke suatu anggota tubuh terbatas.


3. Cedera atau Tekanan pada Saraf Tulang Belakang


Cedera atau tekanan pada saraf tulang belakang juga bisa menjadi penyebab kesemutan. Saraf tulang belakang bertanggung jawab untuk mengirimkan pesan-pesan sensorik dan motorik antara otak dan tubuh. Jika ada cedera pada saraf tulang belakang, pesan-pesan ini dapat terganggu, dan kamu bisa merasakan kesemutan di area yang terkait dengan saraf tersebut. Cedera ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kecelakaan mobil hingga penyakit tertentu.


4. Kekurangan Vitamin atau Nutrisi


Kekurangan vitamin tertentu, terutama vitamin B12, dapat menyebabkan kesemutan. Vitamin ini penting untuk kesehatan saraf, dan kekurangan vitamin B12 dapat merusak saraf dan menyebabkan gangguan dalam pengiriman pesan-pesan saraf. Ini dapat mengakibatkan sensasi kesemutan di berbagai bagian tubuh. Jika kamu merasa sering mengalami kesemutan dan merasa cemas tentang kekurangan nutrisi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang sesuai.



5. Penyakit atau Gangguan Saraf


Beberapa penyakit atau gangguan saraf juga dapat menjadi penyebab kesemutan. Salah satu contoh yang paling dikenal adalah sindrom terowongan karpal, yang disebabkan oleh tekanan pada saraf di pergelangan tangan. Gangguan saraf lainnya, seperti neuropati diabetik, juga dapat menyebabkan kesemutan. Kondisi-kondisi ini memerlukan perawatan medis yang tepat, dan jika kamu mengalami kesemutan yang terus-menerus atau parah, penting untuk mencari bantuan medis.


6. Aktivitas Fisik yang Berlebihan


Aktivitas fisik yang berlebihan, terutama jika kamu tidak terbiasa, dapat menyebabkan kesemutan. Ketika kamu berolahraga, otot-ototmu membutuhkan lebih banyak darah dan oksigen, dan jika suplai darah tidak mencukupi, itu dapat menyebabkan kesemutan. Ini sering terjadi pada atlet yang melakukan latihan berat atau aktivitas fisik intensitas tinggi. Kesemutan ini biasanya sementara dan akan mereda setelah tubuhmu pulih.


7. Stres dan Kecemasan


Stres dan kecemasan juga dapat menyebabkan sensasi kesemutan. Ketika kamu merasa sangat stres atau cemas, tubuh melepaskan hormon-hormon stres yang dapat mempengaruhi sistem sarafmu. Akibatnya, kamu bisa merasakan sensasi kesemutan. Ini adalah contoh bagaimana kondisi mentalmu dapat memengaruhi sensasi tubuhmu.


8. Paparan Suhu Ekstrem


Paparan suhu ekstrem, baik panas maupun dingin, dapat menyebabkan kesemutan. Ketika kamu terlalu lama terpapar suhu ekstrem, misalnya saat berada di bawah sinar matahari selama berjam-jam atau berada di lingkungan yang sangat dingin, itu dapat memengaruhi sirkulasi darahmu dan menyebabkan kesemutan. Penting untuk melindungi diri dari suhu ekstrem dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga suhu tubuhmu agar tetap seimbang.



Kesemutan adalah fenomena umum yang biasanya tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus, itu bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius. Jika kamu mengalami kesemutan yang terus-menerus, parah, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, penting untuk mencari bantuan medis. Dokter dapat melakukan pemeriksaan dan tes yang diperlukan untuk mendiagnosis penyebab kesemutanmu dan memberikan perawatan yang sesuai.


Sementara itu, untuk mencegah kesemutan, kamu bisa melakukan beberapa langkah sederhana, seperti menghindari duduk atau tidur dalam posisi yang membuat saraf terlalu tertekan, menjaga keseimbangan nutrisi dengan makan makanan yang kaya vitamin dan mineral, mengelola stres, dan menjaga tubuhmu tetap hangat atau terlindungi dari suhu ekstrem. Dengan menjaga kesehatan tubuhmu secara keseluruhan, kamu dapat mengurangi risiko mengalami kesemutan yang mengganggu.