Jakarta, Shoes and Care – Mungkin tidak banyak orang tahu bagaimana sejarah sepatu satu ini. Bisa dikatakan bahwa sepatu ini merupakan sepatu legendaris asal Jepang. Dikutip dari https://www.onitsukatiger.cc/ terhitung hingga saat ini Onitsuka Tiger telah berumur 74 tahun. Berawal pada tahun 1949, Kihachiro Onitsuka yang berusia 31 tahun, memutuskan untuk menghidupkan kembali moral nasional melalui olahraga, jadi dia mendirikan Onitsuka Tiger di kampung halamannya di Kobe-Jepang dengan biaya 300.000 yen.


“Tiger” atau harimau dalam bahasa Indonesia adalah pemangsa yang dapat melakukan perjalanan ribuan mil setiap harinya. Di Jepang, “Tiger” atau harimau adalah simbol kemenangan dan melambangkan sikap gigih. Kihachiro Onitsuka sangat bangga dan selalu memuji konsep keunggulan bahan dan teknologi, yang menunjukkan semangat pengrajin Jepang yang teliti dan tertutup. Karakter serta jati diri inilah yang mandarah daging dalam merek Onitsuka Tiger lebih dari setengah abad. Onitsuka memiliki teknik tersendiri dalam memproduksi sepatu mereka. Onitsuka Tiger berfokus kepada teknik buatan tangan yang disebut dengan teknik “Nippon Made”.


Setelah penetapan merek yang akan digunakan, Kihachiro Onitsuka sebagai seorang pendiri, mendapatkan sebuah inspirasi setelah dirinya melakukan revisi terhadap sepasang sepatu basket pertamanya yang membuatnya menjadi pemimpin bagi teknologi pembuatan sepatu.


Pada tahun 1953, Shigeki Tanaka yang berumur 19 tahun, lahir di Hiroshima, memenangkan lomba lari di Boston yang dikenal dengan “Boston Marathon Campion” dengan menggunakan  Tabi sepasang sepatu lari Onitsuka Tiger pertama. Dengan hal ini, Onitsuka Tiger meraih reputasi yang sangat baik pada sepatu lari. 


Selain itu, pada tahun 1961 seorang atlet olimpiade berkebangsaan Ethiopia bernama Abebe Bikila yang dikenal sebagai “barefoot oddballs” atau yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “orang aneh yang bertelanjang kaki”, berhasil memenangkan the Japanese International Marathon Championship. Ini adalah saat pertama bagi Abebe Bikila mengenakan sepatu lari Onitsuka Tiger dalam pertandingan dan setelah itu hingga pertandingan-pertandingan selanjutnya ia selalu menggunakan sepatu dalam setiap pertandingan larinya. Pada tahun 1966, lebih dari 90% atlet mengenakan sepatu marathon Onitsuka Tiger untuk berpartisipasi dalam ajang kompetisi Internasional terbesar. 


Dengan selalu melakukan inovasi-inovasi dalam teknologi pembuatan sepatu, hingga Onitsuka Tiger mampu menarik banyak orang asing untuk datang ke Jepang untuk belajar mengenai teknologi pembuatan sepatu, hingga orang paling terkenal seperti Phil Knight yang kemudian mendirikan perusahaan “Blue Ribbon Sports” merupakan perusahaan satu-satunya yang menjual Onitsuka Tiger di Amerika, selain itu pelatih Bill Bowerman yang juga pendahulu Nike pun turut datang ke Jepang. 


Jika kalian memperhatikan pada sepatu Onitsuka Tiger terdapat strip yang menjadi ciri khas dari desain sepatu Onitsuka Tiger yang disebut sebagai “the tiger stripes”. Menariknya, sejarah tiger stripes tidak lahir bersamaan dengan merek Onitsuka Tiger. Melainkan ada cerita yang sangat special di belakangnya. Saat itu tim nasional Jepang sedang giat mempersiapkan diri untuk ajang olahraga sedunia yang akan di gelar di Meksiko untuk dua tahun yang akan datang. Sebagai pemasok resmi tim nasional, Onitsuka Tiger berharap dapat menunjukkan secara visualisasi yang merupakan perpaduan dari gaya desain berbagai ajang olahraga dunia. Hingga terciptalah motif tiger stripes pertama kali diterapkan sepatu lentur yang diluncuran pada tahun 1961. Dua tahun kemudian, tim nasional Jepang memakai sepatu dengan tiger stripes itu berhasil mendominasi lintasan lari di Meksiko dan membuat Jepang meraih medali emas terbanyak ketiga.


Sepatu Onitsuka Tiger selain menjadi saksi momen bersejarah juga ikut  berkembang. Pada Tahun 2001, secara resmi dinamai “MEXICO 66” setelah direvisi dan dibuat ulang, untuk memperingati masa kejayaan yang membuat atlet Jepang menjadi terkenal dan tiger stripes menjadi pola merek yang paling representatif , yang masih digunakan hingga saat ini.


Semoga sejarah Onitsuka Tiger ini dapat memberikan kita semua inspirasi untuk selalu berinovasi, bekerja keras dan menanamkan sebuah nilai pada apapun yang kita ciptakan.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *