Jakarta, Shoes and Care – Banyak orang yang mengalami rasa sakit di punggung, seperti sakit punggung atau nyeri di bagian tubuh tertentu. Jika mengalami rasa sakit tersebut, umumnya mereka mendatangi panti pijat dengan tujuan untuk mengobati atau mengurangi rasa sakit dari nyeri punggung tersebut. Tapi, tahukah kamu ada metode pengobatan alternatif lainnya untuk mengobati rasa sakit dari nyeri punggung tersebut? Metode tersebut bernama Chiropractic, atau dalam bahasa Indonesia disebut Kiropraktik. Perawatan chiropractic adalah sebuah prosedur terapi untuk mengatasi masalah tulang belakang. Prosedur terapi yang juga dikenal sebagai manipulasi tulang belakang ini bermanfaat untuk meningkatkan pergerakan tulang sekaligus fungsi tubuh secara fisik. Ahli yang melakukan terapi ini dinamakan chiropractor, dimana mereka akan menggunakan tangannya untuk memanipulasi persendian di tubuh. Seorang chiropractor dilatih untuk merawat dan merehabilitasi kondisi kesehatan yang berkaitan dengan tulang, otot, dan persendian.


Namun, terapi ini tengah diragukan karena adanya kasus yang menyebabkan kematian. Jadi, sebenarnya terapi chiropractic atau kiropraktik itu positif untuk tubuh atau justru berbahaya? Yuk temukan faktanya pada artikel di bawah ini!


Apa Itu Chiropractic?


Chiropractic adalah sebuah bidang kedokteran alternatif yang berfokus pada diagnosis dan pengobatan gangguan neuro-muskuloskeletal, terutama yang terkait dengan tulang belakang. Praktisi chiropractic, yang disebut chiropractor, berupaya untuk mengatasi masalah-masalah yang terkait dengan sistem saraf, otot, dan tulang belakang melalui manipulasi tulang belakang dan sendi. Tujuan dari terapi ini sendiri  untuk mengembalikan kemampuan sendi agar bergerak seperti sedia kala. Bisa dikatakan bahwa terapi ini mengembalikan pergeseran tulang atau sendi dengan cara menggesernya ke tempat semula. Manipulasi tulang belakang, atau sering disebut sebagai “adjustment” adalah teknik kunci yang digunakan oleh chiropractor untuk mengurangi tekanan pada saraf dan memperbaiki pergerakan sendi. Tak hanya itu, terapi ini juga bisa meredakan rasa sakit dan kaku pada otot sehingga jaringan lunak benar-benar sembuh.



Sejarah chiropractic dimulai pada akhir abad ke-19 oleh Daniel David Palmer yang dianggap sebagai pendiri chiropractic modern. Pada tahun 1895, Palmer melakukan pengobatan yang mengubah sejarah dengan mengklaim bahwa dia mengembalikan pendengaran seorang pria pekerja kereta api yang mengalami gangguan pendengaran bernama Harvey Lillard. Harvey mengatakan bahwa dia telah kehilangan pendengarannya setelah suatu saat dia merasakan sesuatu bergerak di punggungnya. Palmer percaya bahwa ada korelasi antara kelainan pada sistem saraf dan gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan tulang belakang. Kemudian, Palmer mengembangkan teori  masalah dengan tulang belakang dapat menyebabkan gangguan fungsi saraf yang dapat mempengaruhi kesehatan keseluruhan seseorang. Nah, dari sinilah awal mula teknik manipulasi tulang belakang yang disebut “chiropractic adjustment” dikembangkan. Hingga pada tahun 1897, Palmer mendirikan Palmer School of Chiropractic di Davenport, Iowa, sebagai sekolah pertama yang mengajarkan chiropractic. Sekolah ini menjadi cikal bakal pengajaran formal tentang chiropractic dan menyebarkan metode dan filosofi pengobatan ini.



Berdasarkan informasi yang didapat melalui laman Halodoc, chiropractor menangani berbagai masalah dan kondisi yang melibatkan otot, tendon, ligamen, tulang tulang rawan serta sistem saraf. Selama masa terapi, chiropractor akan melakukan tindakan manipulasi terhadap tubuh kamu. Manipulasi ini membantu mengatasi berbagai ketidaknyamanan pada tubuh, seperti sakit leher, sakit punggung, nyeri panggul, lengan, bahu, kaki hingga pinggul. Selain itu, chiropractor memiliki kewajiban untuk berdiskusi terlebih dahulu terkait persetujuan untuk menjalani berbagai prosedur serta mendapatkan persetujuan dengan kondisi dan risiko yang mengikutinya.


Manfaat Chiropractic


Ada beberapa manfaat dari terapi chiropractic yang terbukti telah dirasakan oleh beberapa pasien. Berikut sejumlah manfaat chiropractic yang membantu mengobati masalah kesehatan:


Mengobati Nyeri Sendi


Chiropractic memiliki manfaat untuk mengobati nyeri sendi tanpa menggunakan obat-obatan anti-inflamasi. Pengobatan nyeri sendi dengan menggunakan terapi chiropractic juga dilakukan tanpa melakukan operasi bedah. Kegunaan chiropractic ini memang cukup dikenal karena teknik yang digunakannya mampu menggeser sendi-sendi tertentu yang sering menjadi penyebab nyeri pada tubuh. Ketika posisi tulang dan sendi kembali ke tempat semula, maka nyeri sendi bisa terobati.


Menyembuhkan Sakit Leher dan Punggung


Terapi ini juga memiliki manfaat untuk bagian leher dan punggung. Sakit yang muncul di kedua bagian tubuh tersebut bisa diobati dengan menerapkan beberapa teknik chiropractic yang dilakukan oleh chiropractor. Manipulasi tulang belakang dan sendi dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan mengurangi nyeri pada bagian punggung dan leher. Terapi Ini umumnya juga digunakan dalam pengobatan nyeri punggung bawah, sakit leher, serta masalah pada punggung atas dan bahu.



Mengatasi Bahu yang Kaku


Bahu yang kaku tentu akan mempengaruhi sendi bahu serta menimbulkan rasa sakit dan kekakuan yang berkembang secara bertahap, bahkan dapat menjadi lebih buruk. Bahu yang kaku bisa sangat menyakitkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga harus segera mendapatkan perawatan untuk mempertahankan rentang gerak sebanyak mungkin di bahu dan mengatasi rasa sakit. Teknik manipulasi dari chiropractic ini dapat membantu meningkatkan pergerakan sendi yang terbatas atau kaku, sehingga meningkatkan mobilitas dan fungsi tubuh.


Meningkatkan Keseimbangan dan Kekebalan Tubuh


Beberapa pengalaman sebagian orang yang telah melakukan terapi ini mengungkapkan bahwa chiropractic dapat membantu meningkatkan keseimbangan tubuh, koordinasi, dan postur. Selain itu, terapi ini mampu membantu meningkatkan sistem imun dalam tubuh. Sebuah penelitian yang dilansir situs Alive Health telah menunjukkan bahwa chiropractic adalah terapi yang dapat membantu penurunan regulasi sitokin proinflamasi dan peningkatan antibodi yang terkait dengan respons imun tubuh. Lebih jauh lagi, terapi ini juga dapat meningkatkan produksi leukosit yang membantu sel darah putih dalam mencegah penyakit.



Meningkatkan Kualitas Tidur


Menderita nyeri tulang belakang saja sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi kalau sampai mengganggu istirahat kamu. Rasa nyeri yang berlebih tentu akan mengganggu kualitas dari tidur kamu, dimana hal itu akan berdampak pada gangguan kesehatan, kelelahan dan sulit fokus. Apabila kamu melakukan terapi ini untuk mengobati nyeri pada punggung, maka kamu dapat pula memperbaiki kualitas tidur yang pada akhirnya membuat tubuh lebih berenergi dan makin fokus.


Apakah Chiropractic Aman?


Kembali lagi kepada pertanyaan pada pembukaan artikel ini, apakah terapi chiropractic ini aman? Ketika dilakukan oleh chiropractor yang berlisensi dan berpengalaman, chiropractic umumnya dianggap aman untuk sebagian besar orang. Namun, seperti halnya bentuk perawatan medis atau terapi lainnya, chiropractic juga memiliki risiko dan harus dilakukan dengan hati-hati.



Ada beberapa efek samping atau resiko yang dihadapi ketika melakukan chiropractic jika dilakukan secara asal-asalan dan bukan dengan ahlinya, maka itu kamu perlu waspada terhadap beberapa hal tentang terapi ini. diantaranya:


  1. Memiliki resiko cedera, meskipun jarang. Apalagi jika prosedur dilakukan oleh seseorang yang tidak terlatih atau tidak berpengalaman. Cedera yang kemungkinan terjadi termasuk cedera pada saraf, ligamen, atau pembuluh darah, atau masalah lebih lanjut pada tulang belakang atau bagian tubuh lainnya.
  2. Memiliki efek samping seperti nyeri ringan atau kekakuan setelah prosedur, kelelahan, atau sakit kepala. Efek samping ini biasanya bersifat sementara dan ringan.
  3. Chiropractic mungkin tidak cocok untuk semua kondisi kesehatan. Beberapa kondisi seperti fraktur tulang, infeksi, atau masalah kesehatan tertentu mungkin memerlukan pendekatan medis yang berbeda. Maka dari itu, kamu wajib untuk mendiskusikan kondisi kesehatan kamu dengan chiropractor sebelum menerima perawatan.
  4. Bisa memicu pendarahan yang fatal apabila dilakukan tidak dengan ahlinya, Sebagaimana kasus malpraktik chiropractic yang pernah terjadi. Bahayanya bisa membuat adanya pendarahan di bagian vital seperti di dalam kepala. Pendarahan di dalam kepala kemungkinan besar akan mengancam nyawa pasien dan membuatnya meninggal seketika. Meskipun belum banyak laporan mengenai kasus ini, tetapi tetaplah mengingat bahwa faktanya terapi ini pernah menyebabkan kematian.


Yang terpenting adalah jika kamu ingin mencoba terapi ini, kamu harus mencari chiropractor yang berlisensi dan berpengalaman untuk meminimalkan risiko dan memastikan bahwa kamu menerima perawatan yang tepat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyelarasan susunan ruas tulang belakang mungkin efektif mengatasi sakit kepala dan nyeri leher. 


Namun, tidak semua orang mempunyai tubuh dengan respon yang baik untuk menerima terapi ini. Jika gejala tidak mulai membaik setelah beberapa minggu mendapatkan perawatan terapi chiropractic, mungkin terapi ini bukan pilihan terbaik untuk kamu. Maka itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan kamu untuk mendiskusikan kecocokan dan keamanan pengobatan ini berdasarkan kondisi kesehatan tubuh kamu. Semoga informasi ini bermanfaat!


 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *