Jakarta, Shoes and Care – Siapa yang tidak tahu tentang Adidas Stan Smith? Rasanya kita semua setuju bahwa Adidas Stan Smith merupakan salah satu sepatu paling ikonik yang masih dijual di pasaran hingga saat ini. Nama sepatu ini sendiri diambil dari nama seorang atlet olahraga tenis bernama Stanley Roger Smith yang eksis pada tahun 1960-an dan 1970-an. Lalu, bagaimana cerita awal sepatu ini diciptakan dan menjadi ikonik hingga sekarang? Mari kita bahas di artikel ini!


Sejarah Adidas Stan Smith


Tidak bisa dipungkiri bahwa Adidas Stan Smith merupakan salah satu sepatu olahraga paling ikonik dalam sejarah industri sepatu. Apa yang kita kenal sebagai Stan Smith hari ini sebenarnya diperkenalkan sebagai sepatu tenis pertama adidas yang diluncurkan pada tahun 1963. Yang menarik, sepatu ini menampilkan bagian upper yang terbuat dari kulit. Inilah yang membedakan sepatu ini berbeda dengan sepatu tenis pada zaman itu yang sebagian besar terbuat dari bahan kanvas. Sebelum menyandang nama Stan Smith, sepatu ini memiliki nama Adidas Robert Haillet, atau Adidas Haillet lebih tepatnya. Robert Haillet sendiri merupakan seorang pemain tenis berkebangsaan Prancis yang memutuskan pensiun pada tahun 1971.



Dengan Robert Haillet yang pensiun, Adidas mencari atlet baru untuk mempertahankan kredensial siluet dan etos brand dari Adidas itu sendiri. Maka itu, Adidas membawa seorang pemain tenis berkebangsaan Amerika Serikat bernama Stanley Roger Smith, alias Stan Smith, yang pada saat itu berusia 27 tahun. Adidas mencoba untuk menjalin kerja sama dengan Stan Smith karena melihat beliau merupakan atlet yang cocok untuk menggantikan ikon dari Robert Haillet. Setelah memenangkan Wimbledon pada tahun 1971 dan 1972, kemudian turut memenangkan US Open di tahun yang sama, Smith dinobatkan sebagai pemain tenis peringkat nomor satu di dunia.



Adidas dan Smith membubuhkan pena di atas kertas pada tahun 1973, tetapi dengan nama Halliet yang masih melekat. Selama lima tahun berikutnya, sepatu tersebut menampilkan potret Stan Smith di lidah sepatu dengan kata Haillet tertulis di atasnya dan bernama Stan Smith – Haillet. Nama sepatu ini bertahan selama lima tahun, hingga pada tahun 1978 nama belakang Haillet dihapus dan sepatu itu secara resmi dinamai ulang sebagai Adidas Stan Smith. Pada 1980-an, popularitasnya sebagai sepatu ini di lapangan mulai berkurang. Tetapi di luar lapangan, berbeda lagi ceritanya. Hingga tahun 1989, Adidas Stan Smith mencetak rekor untuk Guinness Book of Records setelah berhasil terjual sebanyak 22 juta pasang.


Adidas Stan Smith: In Details


Ciri khas yang ditawarkan Adidas Stan Smith adalah kesederhanaan dan kebersihan dari desainnya. Sama seperti Converse Chuck Taylor All-Star atau Nike Air Force 1, Adidas Stan Smith telah diproduksi dalam berbagai versi dan kolaborasi. Namun dari semua colorways dan seri kolaborasi, semua sneakerhead akan setuju bahwa Adidas Stan Smith yang paling ikonik adalah: The “OG” Cloud White and Green.



Melihat kesederhanaan desain yang “timeless”, akan sangat menarik untuk dibahas secara mendetail mengenai elemen kunci dari desain sepatu Adidas Stan Smith. Elemen itu berupa:


  1. Upper kulit putih bersih. Bagian upper sepatu Stan Smith umumnya terbuat dari kulit putih yang memberikan tampilan yang bersih dan klasik. Kulit ini sering memiliki sedikit tekstur atau pola halus, tetapi keseluruhan tampilannya tetap minimalis dan elegan.
  2. Detail “Three Stripes” yang berlubang. Salah satu ciri khas yang paling ikonik dari sepatu Stan Smith adalah penggunaan tiga strip berlubang di sisi sepatu. Awalnya tiga strip ini adalah garis-garis berjajaran khas Adidas, tetapi dalam desain Stan Smith, garis-garis ini digantikan dengan tiga strip berlubang yang membentuk persegi panjang. Fitur ini memberikan sentuhan unik pada desain dan membedakan Stan Smith dari model sepatu Adidas lainnya.
  3. Warna tongue sepatu: Di bagian lidah sepatu, atau tongue, seringkali terdapat gambar Stan Smith sendiri. Namun pada beberapa versi terbaru, gambar Stan Smith telah digantikan dengan berbagai desain lain atau logo Adidas.
  4. Logo Trefoil. Logo Adidas Trefoil, yang terdiri dari tiga daun, sering terdapat di bagian belakang sepatu, menambahkan unsur merek pada desain.
  5. Outsole dari karet. Outsole atau bagian bawah sepatu Stan Smith biasanya terbuat dari karet yang tahan lama dengan pola tapak yang umumnya sederhana. Hal ini menunjukkan bahwa Adidas masih mempertahankan sepatu in sebagai sepatu tenis, dimana outsole karet memberikan daya cengkeram yang baik dan ketahanan yang kuat.
  6. Desain Low-Top. Sepatu Stan Smith umumnya didesain dalam bentuk low-top, artinya bagian atas sepatu berada di bawah pergelangan kaki. Ini memberikan tampilan yang ramping dan fleksibilitas gerakan yang baik.
  7. Warna dan variasi yang bermacam-macam. Meskipun desain dasar Stan Smith tetap relatif tidak berubah, Adidas telah merilis berbagai varian warna dan edisi khusus dari sepatu ini seiring berjalannya waktu. Beberapa versi memiliki aksen warna atau desain yang sedikit berbeda untuk memberikan variasi dalam pilihan gaya.


Apakah Stan Smith Masih Hype?


Kesuksesan Adidas Stan Smith tampak tak terbendung sepanjang tahun 90-an dan memasuki tahun 2000-an. Millennium berganti menyadari lanskap sepatu atletik mulai berubah. Adidas menyadari sendiri sejak tahun 1995 bahwa Stan Smith tidak lagi hanya menjadi sepatu tenis. Pada tahun 2001, Adidas memperkenalkan lini Adidas Originals Adidas Original merupakan koleksi produk yang mencerminkan warisan brand Adidas itu sendiri, saat itu juga Adidas memposisikan Stan Smith sebagai produk lifestyle di bawah bendera Originals.



Sayangnya, mulai pada tahun 2010 hype seputar sepatu mulai bergeser. Sepatu ini membutuhkan waktu untuk istirahat dan penyegaran sehingga pada tahun 2011 Adidas memutuskan untuk menghapus sepatu ikonik tersebut dari pasar karena penjualannya yang sudah mulai lesu. Selama beberapa tahun berikutnya, penggemar dan kolektor Stan Smith terpaksa beralih ke pasar bekas atau menjelajahi pasar loak lokal dan garage sale, untuk mendapatkan sepatu ini.menunggu dua tahun untuk meluncurkan kembali gaya klasik ini. Dengan kelangkaan Stan Smith di pasaran, permintaan pasti meningkat dan pada saat sepatu itu masuk ke toko sekali lagi, itu adalah barang yang harus dimiliki.


Akhirnya, kelangkaan sepatu ini berakhir pada tahun 2014. Di tahun itu, Adidas membuat sebuah peringatan 50 tahun Stan Smith, tahun yang menandai dorongan pemasaran sepatu terbesar dalam sejarah. Bermitra dengan agensi kreatif Lloyd & Co., Adidas secara resmi menghadirkan kembali Stan Smith sebagai rilisan sepatu retro. Stan Smith ada di mana-mana, dikenakan oleh semua orang mulai dari Gigi Hadid dan Kendall Jenner hingga David Beckham dan Kanye West. Sejak kembalinya Stan Smith ini, Adidas telah menghadirkan siluet terkenal dalam setiap kombinasi bahan dan warn. Raksasa Jerman itu bahkan membuat versi khusus dari sepatu yang menukar potret Stan Smith di bagian lidah dan menggantinya dengan semua orang, mulai dari Ellen DeGeneres hingga pendiri Sneakersnstuff, Erik Fagerlind dan Peter Jansson.



Hanya dalam beberapa tahun terakhir, Three Stripes telah berhasil menghadirkan kembali sepatu yang awalnya penuh akan sarat olahraga dan berubah menjadi lifestyle. Bahkan, Adidas melengkapi Stan Smith dengan dua teknologi eksklusif terpentingnya, yaitu  Primeknit dan Boost. Hasilnya? sebuah produk yang  mampu menggambarkan warisan atletiknya yang bisa digunakan sehari-hari. Adidas juga membawa Stan Smith ke arah sustainability, yaitu menciptakan sepatu dengan bahan dan metode pembuatan yang baru dan lebih peduli lingkungan. Stan Smith Mylo, misalnya, adalah sepatu kets adidas pertama yang dibuat menggunakan bahan berbahan dasar jamur yang terlihat dan terasa seperti kulit. Lalu, Adidas luncurkan Stan Smith “Primegreen” yang menampilkan bagian upsole yang terbuat dari 50% bahan daur ulang dan polyester murni.



Selama beberapa dekade, sepatu Stan Smith telah menjadi simbol gaya yang ikonik di luar dunia tenis, dan meskipun Stan Smith telah pensiun dari dunia tenis, namanya tetap terus dikenang melalui sepatu yang diinspirasikan darinya. So, ada ga yang masih punya sepatu ikonik ini? 


 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *